Latest Updates

KERIS SAJEN

Keris-keris jenis ini biasanya dipergunakan di dalam acara ruwatan,
sedekah desa, bersih desa, atau acara pembersihan / pemberkatan
pembukaan lahan baru untuk bertani atau untuk tempat tinggal, sebagai
sarana memindahkan mahluk-mahluk halus yang berwatak jelek dan
mengganggu manusia. Setelah pembacaan doa dan sesaji, mahluk-mahluk
halus itu dipindahkan ke dalam keris-keris sajen tersebut dan kemudian
dilarung di sungai yang airnya mengalir. Pada ritual-ritual yang
dilakukan secara pribadi, biasanya keris sajen dilarung dengan cara
dikubur di dalam tanah dan di atasnya ditanam sebuah pohon sebagai
tanda lokasi menguburnya.

Bertahun-tahun kemudian, atau pada masa sekarang, kadangkala ada orang
menemukan keris sajen di sungai atau di bawah pohon atau terselip di
antara batang pohon. Tetapi, janganlah anda memiliki dan memelihara
jenis keris sajen ini, walaupun jenis keris ini sekarang banyak juga
diperjual-belikan, karena mungkin berisi mahluk-mahluk gaib yang
dulunya menjadi pengganggu manusia.


Dalam sejarah keris, memang tidak semua keris membawa pengaruh positif
bagi pemiliknya, bahkan ada di antaranya yang justru membawa petaka
bagi pemiliknya. Efek buruk dari sebuah keris baru muncul ketika keris
tersebut tidak cocok dengan pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik
keris yang si keris tidak berkenan. Namun sejarah juga menunjukkan
bahwa para pemimpin, pejuang, dan orang-orang sukses terdahulu yang
dalam kehidupannya dekat dengan pusaka, kesuksesan-kesuksesan yang
diraihnya selalu diiringi oleh pusaka-pusaka yang tepat.

Kecocokkan sebuah keris dengan pemiliknya antara lain juga tergantung
pada kecocokkan tuah keris dengan status / pekerjaan si pemilik
(aktivitasnya sehari-hari). Misalnya, keris bertuah kesaktian,
kekuasaan dan wibawa lebih cocok dimiliki oleh pejabat di pemerintahan
atau swasta, perwira polisi atau tentara. Jenis ini kurang cocok untuk
yang pekerjaannya petani atau pedagang. Keris bertuah untuk rejeki
lebih cocok dimiliki oleh seorang petani atau pedagang (yang memiliki
sumber pendapatan sendiri, bukan dari gaji / upah). Jenis ini kurang
cocok untuk yang pekerjaannya polisi atau tentara. Dengan kata lain,
kecocokkan sebuah keris dengan pemiliknya selain tergantung pada
kecocokkannya dengan karakter kepribadian orangnya, juga kecocokkannya
dengan aktivitas keseharian si pemilik.

Keris yang cocok dengan pemiliknya akan memberikan pengaruh yang
positif. Ketika dipakai bersosialisasi akan mendekatkan banyak orang
kepadanya dan meneduhkan hati orang-orang yang memusuhinya. Keris juga
akan membantu dalam kegiatan usaha / ekonomi, membantu kesehatan dan
ketentraman keluarga.


Pada jaman sekarang banyak keris yang hawa aura mistisnya sudah redup,
sudah dingin / adem / anyeb, seperti keris kosong tak berpenghuni
gaib. Hawa auranya sudah menurun karena terpengaruh perkembangan
jaman dimana pengaruh keberadaan keris sudah mulai diabaikan, tetapi
kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa kembali ketika sudah
menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai.

Pada jaman dulu banyak keris yang dibuat berhawa aura panas dan angker
untuk menaikkan wibawa keris dan pemakainya. Tetapi pada jaman
sekarang sebaiknya dihindari memelihara keris yang berhawa aura panas.
Ketika kita sedang sehat atau masih berusia muda, aura panasnya akan
menambah wibawa dan semangat psikologis kita, tetapi juga mempengaruhi
temperamen, menyebabkan mudah emosi. Namun ketika kondisi tubuh kita
sedang lemah, atau karena kondisi usia yang sudah tua, kita akan
menjadi mudah sakit-sakitan karena tubuh kita tidak dapat mengimbangi
aura panasnya. Aura panas keris juga dapat berpengaruh pada anggota
keluarga yang tubuhnya atau psikologisnya sensitif, dan dapat juga
membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman, memudahkan terjadinya
pertengkaran.

Agar tuah pusaka yang kita miliki dapat mengantarkan kita pada
kebaikan yang kita inginkan, maka hal yang paling penting untuk kita
lakukan adalah :
1. Mencocokkan kepribadian pusaka kita dengan kepribadian kita.
2. Mencocokkan tuah pusaka kita dengan jalan kehidupan / penghidupan kita.
3. Mencocokkan tuntutan pemeliharaan keris dengan kedekatan hati dan
ketelatenan kita.

Keris-keris yang tidak sejalan dengan kita sebaiknya jangan kita
paksakan untuk tetap bersama kita, karena sudah pasti tuahnya tidak
akan kita dapatkan dan nantinya kita dan keluarga malah akan menjadi
terbebani dengan keberadaannya. Dengan upaya demikian diharapkan
keris-keris yang kita miliki hanyalah keris-keris pembawa kebaikan dan
keberuntungan saja, bukan sebaliknya, pembawa kesialan.